Waduk Pacal merupakan bangunan peninggalan
Belanda yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Waduk
Pacal berjarak 35 km ke selatan
dari Kota Bojonegoro, tepatnya di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang. Waduk
Pacal juga dapat di tempuh sekitar 30 km ke utara dari Kabupaten Nganjuk.
Sepanjang perjalanan, kita akan disuguhi hutan jati, tebing, jurang, dan jalan
berkelok. Jalan aspal yang mulus membuat waktu tempuh tak lebih dari 45 menit
dari Kabupaten Bojonegoro maupun Nganjuk.
Bendungan ini dibangun pada tahun 1933
oleh pemerintah Belanda. Tahun peresmian bendungan dengan arsitektur khas zaman
kolonial ini juga tertulis di menara dam. Namun, sampai saat ini bangunan dam
Waduk Pacal ini masih berdiri kokoh dan masih berfungsi dengan baik. Waduk
Pacal ini dikelilingi oleh bukit-bukit disekitarnya.
Pada saat musim
hujan, air di Waduk Pacal sangat melimpah. Bahkan, luas danau mencapai 3,878
kilometer persegi dengan kedalaman 25 meter. Dari waduk inilah, air disalurkan
melalui irigasi ke lahan-lahan persawahan di sejumlah kecamatan yang ada di
Bojonegoro. Beragam ikan air tawar seperti nila dan udang pun banyak hidup di
waduk ini. Para pengunjung bisa membeli hasil tangkapan nelayan atau menikmati
olahan ikan tawar yang disajikan sejumlah warung yang ada di sana.
Pengunjung yang memilki hobi fotografi juga
dapat memanfaatkan keindahan dari waduk ini sebagai objek dari fotografinya.
Seperti momen aktivitas dari para nelayan serta keindahan bukit-bukit disekitar
waduk ini.
Namun lain hal nya pada saat musim kemarau tiba.
Pada saat musim kemarau, debit air di waduk ini menurun drastis. Bahkan pada
puncak dari musim kemarau, tanah di dasar tepian waduk ini bahkan kering
kerontang. Ada pula yang mejadi lahan pertanian warga sekitar. Mereka menanam
tembakau, semangka, cabai, dan jagung.
Referensi :





0 komentar:
Posting Komentar