Salak merupakan
salah satu dari produk agro yang menjadi unggulan di Kabupaten Bojonegoro.
Karena buah salak ini berada di sekitar Desa Wedi Kecamatan Kapas, oleh
karenanya buah ini lebih dikenal dengan sebutan Salak Wedi. Pohon salak banyak dijumpai
hampir di setiap pekarangan rumah warga di Desa Wedi. Tidak hanya di Desa Wedi
saja pohon salak tumbuh, namun pohon salak tersebut juga tumbuh menjalar di
desa tetangga seperti Desa Kalianyar, Tanjungharjo serta Tapelan yang mana
desa-desa tersebut masih berada di Kecamatan Kapas.
Hasil perkebunan Salak Wedi ini dijajakan di tepi jalan sepanjang Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Salak Wedi ini harganya uga sangat terjangkau dengan rasanya yang manis, masirm renyh, segar, dan besar menjadikan ciri khas dari buah Salak Wedi asal Kabupaten Bojonegoro ini. Jika dibandingkan dengan salak-salak jenis lainnya seperti Salak Pondoh, Kandungan air yang terdaat dalam Salak Wedi ini lebih banyak sehingga jika dirasakan Salak Wedi ini lebih segar. Hal inilah yang mana membuat Salak Wedi ini mnjadi lebih unggul.
Keberadaan Salak
Wedi sudah ada sejak ratusan tahun. Dari cerita yang berkembang di masyarakat,
menyebutkan bahwa bibit salak ini pertama kali dibawa oelh seorang Ulama yang
mengajarkan agama Islam di Desa Wedi. Dari bibit tersebut, kemudian berkembang
sampai saat ini. Bhkan secara turun temurun telah menjadi sumber pendapatan dan
ciri khas bagi warga Desa Wedi.
Hanya saja saat
ini keberadaan Salak Wedi terancam akan hilang. Hal ini dikarenakan warga
sekitar merasa kesulitan untuk mengembangkanbahkan mendapatkan hasil terbaik
akibat kekurangan air. Sebab perairan yang selama ini diperoleh warga adalah
melalui sungai kecil di sekitar desa tersebut dan sekarang sungai kecil
tersebut sudah tak lagi cukup seperti tahun-tahun sebelumnya apalagi saat musim
kemarau. Biasanya Slak Wedi terbaik akan dapat dipetik dan dinikmati sekitar
bulan Agustus hingga November atau saat memasuki musim hujan.
Referensi :

0 komentar:
Posting Komentar