My Melody Crying

Kamis, 10 Desember 2015

Transistor Sebagai Penguat

| |

Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat pemotong (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inutnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.

Transistor sebagai penguat, sudah tidak lagi menjad hal yang tabu di dunia rangkaian elektronika bahwa transistor ddapat digunakan untuk berbagai macam keperluan, salah satunya yaitu berfungsi sebagai penguat. Penggunaan ini biasanya paling banyak digunakan di rangkaian-rangkaian elektronika yang sifatnya masih analog misalnya ketik digunakan sebagai penguat yaitu penguat arus, penguat tegangan, dan penguat daya. Fungsi komponen semikonduktor dapat dijumapai pada rangkaian Pree-Amp Head, Pree-Amp Mic, Mixer, Tone Control, Amplifier, dan lain-lain.

Pada umumnya. Transistor memiliki 3 terminal. Tegangan atau arus yang dipasang si satu terminalnya mengatur arus yang lenih besar yang melalui 2 terminal lainnya. Transistor adalah komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil, dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori, dan komponen-komponen lainnya.

Prinsip yang dipakai didalam transistor sebagai enguat yaitu arus kecil  pada basis dipakai untuk mengontrol arus yang lebih besar yang diberikan ke kolektor melalui transistor tersebut. Dari sinilah dapat dilihat bahwa fungsi dari transistor adalah hanya sebagai penguat ketika arus basis akan berubah. Perubahan arus kecil pada basis inilah yang dinamakan dengan perubahan besar pada arus yang mengalir dari kolektor ke emitter.


Kelebihan dari transistor ppenguat bukan hanya sekedar dapat meguatkan sinyal, namun tranistor juga dapat dipakai sebagai penguat arus, penguat daya dan penguat tegangan.

PENGUAT KELAS A


PENGUAT KELAS B


PENGUAT KELAS AB


Berdasarkan cara pemasangan ground dan pengambilan output transistor sebagai penguat dibagi mnjadi tiga bagian yaitu :
1.      Penguat Common Base (Grounded-Base)
Penguat Common Base adalah penguat ynag kaki basis transistor di groundkan, lalu input di masukkan ke emitor dan output diambil pada kaki kolektor. Penguat Common Base memunyai karakter sebagai penguat tegangan.

Sifat atau karakter pada Penguat Common Base :
1. Adanya isolasi input dan output tinggi sehingga Feedback lebih kecil
2. Cocok sebagai Pre-Amp karena mempunyai impedansi inut  tinggi yang dapat menguatkan sinyal kecil
3. Dapat dipakai sebagai penguat frekuensi tinggi (biasanya terdapat pada jalur UHF dan VHF)
4. Dapat dipakai sebagai buffer atau penyangga

2.      Penguat Common Emitor
Penguat Common Emitor adalah penguat yang kaki emitor transistor di groundkan, lalu input di masukkan ke basis dan output diambil pada kaki kolektor, serta mempunyai karakter sebagai penguat tegangan. Pada rangkaian ini, Emitor di groundkan/ditanahkan, input adalah basis, dan output adalah kolektor.


Sifat atau karakter pada Transistor sebagai Penguat Common Emitor :
1. Signal output berbeda phasa 180 derajat atau berbalik phasa sebesar 180 derajat terhadap sinyal input.
2. Sangat memungkinkan adanya osilasi akibat feedback atau umpan balik positif sehingga untuk mencegahnya sering dipasang feedback negatif
3. Sering dipakai sebagai penguat audio (frekuensi rendah) terutama pada sinyal audio
4. Mempunyai stabilitas penguatan rendah karena tergantung stabilitas suhu dan bias transistor

3.      Penguat Common Collector
Penguat Common Collector adalah penguat dimana kaki kolektor transistor di groundkan/ditanahkan, lalu input di masukkan ke basis dan output diambil pada kaki emitor dan penguat ini berkarakteristik sebagaipenguat arus. Rangkaian ini hamper sama dengan Common Emitor, tetapi outputnya diambil dari Emitor. Input dihubungkan ke Basis dan output dihubungkan ke Emitor. Rangkaian ini disebut juga dengan Emitor Follower (Pengikut Emitor) karena tegangan output hamper sama dengan tegangan input.


Sifat atau karakter pada Transistor sebagai Penguat Common Collector :
1.      Signal output dan signal input satu phasa (tidak terbalik seperti Commmon Emitor)
2.      Mempunyao penguatan tegangan sama dengan 1
3.      Mempunyao penguatan arus tinggi (sama dengan HFE transistor)
4.      Karena mempunyai impedansi input tinggi dan imedansi output rendah sehingga cocok digunakan sebagai buffer

Referensi :

1 komentar:

Unknown mengatakan...

terima kasih gan referensinya ? buat tambahan aja bisa ke Transistor Sebagai Penguat

Posting Komentar

Popular Posts

Blogger templates

Blogroll

About

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Kalender

Waktu

Weekly post

 

Designed by: Compartidísimo
Images by: DeliciousScraps©